Minggu, 22 Agustus 2010

Sebuah Pesan Berharga, Bacalah!

Sebetulnya hari ini saya ingin menyampaikan sesuatu. Pesan penting dan berharga. Sedari tadi saya ingin menuliskannya. Sayapun telah bersiap-siap memasang kuda-kuda bak pesilat yang siap bertanding dalam hitungan detik sebentar lagi.

"Huu.......Haa......". Nafas panjang sudah berulang kali saya hela. "Konsentrasi..... Konsentrasi...... Begitu diri saya mencoba menghipnotis pikiran sendiri, memberikan perintah agar otak mau memberikan signal dan menggerakkan jari-jari tangan lalu mengetikkan sesuatu. "Nggiing...nging....." gerombolan nyamuk nakalpun tak saya gubris. Tetap konsentrasi menatap layar komputer.

Hey....berhasil!. Tangan saya mulai bergerak, ujung jari mulai meraba keyboard. Alam pikir mulai liar mengembara, membangunkan alam bawah sadar. Seperti ada percikan listrik di dalam kepala. Mungkin ini tanda otak mulai bekerja seperti kemauan saya. Mata saya masih terpejam, menerawang. Alhasil, huruf-hurufnya tak tereja dan kata-katanya tak terbaca. Sayapun mulai celingukan seperti orang yang buta huruf saja.

Saya lupa. Lupa bagaimana merangkaikan huruf-huruf menjadi kata, kemudian menyusunnya menjadi sederet kalimat. Padahal deretan kalimat-kalimat itu rencananya akan saya tata rapi dalam sebuah bait-bait puisi atau paragraf pendek sebuah cerita.  Tapi sayang, huruf-hurufnya tak tereja dan kata-katanya tak terbaca. Kau bisa baca pesan itu? Kalaupun bisa, apakah menurutmu penting dan berharga?! Apa ada hikmah di dalamnya?!. Entahlah.......

Ada banyak jejak yang belum terabadikan. Masih tercecer dan belum sempat kukabarkan. Entahlah, saya lupa bagaimana cara mengabarkannya. Bukan saya lupa cara menulis, tapi saya lupa bagaimana cara membaca.

Kudapati  sebuah pesan berharga , kemudian kubaca dan kusampaikan;

fata morgana, cahaya disana
dalam jiwa yang bersila
keraguan menjadi nyata
sedang di balik kata-kata
hidup ternyata menjadi lebih bijaksana. *Soedarsono Esthu

Kusimpan pesan itu sebagai pengingat langkah awal yang dulu pernah tercipta. Kubuka daun jendela yang lupa saya buka, milik tubuh dan jiwa, yang sekian lama tertutup.  Iqro'. Bacalah!. Mulai kubaca, diri dan semesta dengan nama-Nya.............

12 Jejak Yang Tertinggal:

duniaira.blogspot mengatakan...

oalaah.....konsentrasi dini hari tadi untuk nulis ini ini to! sangat berharga ! Lanjutkan Nesss!!!

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
sebuah pesan sederhana namun menyimpan banyak makna saya menyukainya thanxs ya

inge / cyber dreamer mengatakan...

singkat tapi sarat makna

thx for share ^^

Hidup Seorang Blogger mengatakan...

hm kubaca semesta dengan namanya, menikmati ayat-ayat qauniyah pada alam

dwiedelweis mengatakan...

four thumbs up for this valuable message "Iqro"

darmantomuat mengatakan...

kucoba mencicip pesan di balik pesanmu.. biarlah mata yang kasat melototi tiap bait lantunan keyboardmu.. tapi ku hendak berbisik pada angin berhembus... "kawan, kau telah berhasil memaksa jiwamu tuk menulis"

hehehe... :) :)

ganbate kudasai mas...

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Mengalir pada untaian kata kata indah mesra
Terhanyut lepaskan dahaga yang tlah lama hilang
Berikan rasa tulus tanpa guratan lirih
Tenangkan hati untuk saling berbagi

Disepanjang waktu bunga kuncup berkembang
Harumkan tubuh hingga terasa ringan
Hingga terbang melayang layang terbuai angin
Namun kuasa alam sanggup merubah arah

Cinta yang mengalir bisa membuat kita bahagia
Namun cinta juga yang membuat kita terjatuh
Cinta adalah ketulusan & kejujuran
Tanpa itu…hanya fatamorgana Cinta…

metrolisa mengatakan...

Mohon maaf Bung Yans...
lama sangat baru bisa mampir disini.

KOLABORASI POSTING mengatakan...

bacalah atas nama yang menciptakan langit dan bumi...Tak ada pencipta selain DIA...

yansDalamJeda mengatakan...

Terimakasih untuk semua yang telah singgah dan sudi membacanya.
Semoga ada hikmah yang terpetik di dalamnya, meski sedikit.

Nyun-nyuN mengatakan...

:), hanya huruf itu yang akan "menolong" hehe

keren!

Erianto Anas mengatakan...

Hmm ... mas Yans, bahasamu sarat makna mas.
Ini bukan tulisannya seorang blogger. Tapi seorang sastrawan. Jangan-jangan dugaan saya benar mas?

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda