Sabtu, 22 Agustus 2009

Langkah Awal

 








Lama sudah terdiam, membisu dan kaku
Bukan jeda dari perjalanan panjang yang melelahkan
Hanya menepis anyaman asa yang tersusun menjadi bayang teka-teki
Terus menguntit sembari berbisik sementara mata terus terbelalak meski tertutup kabut pagi

"Pergi menjauh!" teriakku, namun bayang itu tak jua pergi
"Please, pergilah" pintaku merengek pada bayang
Ia tak juga menggubris, "Asu!!!" hujatku

Sepertinya sang bayang mulai terusik, tertawa getir sembari memelukku
Pelukan nakal yang biasa dilakukan oleh jalang berambut pirang
Membius dan semakin betah dalam pelukan dibuatnya
Melumpuhkan hasrat manusiawi yang tak berbatas

Sesekali kucoba berdiri, berjalan mengendap seperti kekasih yang ingin sekali membawa lari dewi pujaannya
Ya Tuhan.....bayang itu terus menguntit dan semakin riuh menguntitku
Sesekali pula kuucap kembali mantra-mantra sesat yang sempat mengendap
Kuingat dan kurangkai menjadi kata-kata bertuah
Barangkali bayang itu terbakar dan kemudian lari terbirit

Aku tersentak, ku eja kata yang lusuh tersurat
Memahami makna bayang yang tersirat
Ter-rangkai manjadi harap dalam setiap langkah yang lelah
Merangkulku dalam jeda dan kembali meng-eja
IQRA', bacalah.........dan kumulai langkah

Ramadlan '09

11 Jejak Yang Tertinggal:

reni mengatakan...

Semoga langkah awal yang diambil dapat membawa kepada kebaikan kepada sesama..
Awal langkah yang diniatkan utk beribadah kepadanya Insya Allah akan bermanfaat..

Selamat menjalankan ibadah puasa. Maafkan bila ada salah & khilafku selama ini.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

segala seuatu dimulai dengan langkah awal.

yans "dalam jeda" mengatakan...

@all: spirit baru! menyusun kembali semangat yang hilang.

Newsoul mengatakan...

Setiap kali memasuki ruang jeda ini, saya merinding. Bukan karena ini ruang jeda hitam pekat, bukan pula karena saya merasa tersesat. Ini karena saya tercekat, untaian kata magis bak teriakan segala lelah seorang anak manusia, tapi indah. Ya iqra, bacalah diirmu dan semestamu dengan namaNya, konon dengan hal itu kita selamat. Selamat menjalankan ibadah ramadhan sobat.

sifa mengatakan...

untuk mengawali sesuatu kadang memng tidak mudah, tp sekali kita mau melangkah pasti khan terbentang jalan di depan.

met menjalankan ibadah puasa... ^_^

×÷·´¯`·.·•[ peace ]•·.·´¯`·÷× mengatakan...

Apa yang kau yakini adalah sebuah tuntunan ke arah yang baek,apa yang jadi goda'an adalah sebuah pertempuran hawa napsu yng musthi di menangi,langkah awala adalah sebuah pondasi ...semoga suskes selalu sobat.salam indonesia damai.

Rosi Atmaja mengatakan...

goresan pena yang indah dan penuh makna. memang sesaat kita harus ingat untuk berhenti. menarik jeda untuk bernafas dan mengkhatamkan lelah

Newsoul mengatakan...

Langkah awal memang penting kawan. Mampir lagi mengikuti kotak pesan. Rasanya tak bosan membaca goresan di saat jeda sejenak ini. Template..., hm tetap mantap. Kemarin saya cuma bercanda. Meski hitam pekat,template ini sangat pas dengan pesan jiwa yang tertuang. Have a great ramadhan.

ivan kavalera mengatakan...

kunjungan awal tapi aku aku tak mampu sejenak saja, kawan. aku malah berjenak-jenak tertinggal di sini. salam budaya.

yans "dalam jeda" mengatakan...

@Rosi; Mengkhatamkan lelah, menyusun kembali langkah yang mulai goyah. tks sob.

@Newsoul; Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari Newsoul. Penasaran malah!. tks.

@ivan;Thanks sudah mau mampir dan singgah berjenak-jenak. Sepertinya saya masih butuh saran dan belajar lebih banyak dari seorang ivan.

yans "dalam jeda" mengatakan...

Ups lupa buat
Sifa; Langkah awal berharap jalan berikutnya benar-benar terbentang ke depan.


http://indo15.blogspot.com/ ; Mantab! salam damai Indonesia jg.

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda