Jumat, 19 Maret 2010

Setangkai Janji


Beberapa waktu tertempuh seolah tiada lagi peduli. Wajah-wajah yang pernah tertemui seperti menghilang membawa serta senyumnya pergi. Entah siapa yang merasa meninggalkan, entah siapa yang merasa kehilangan.

Ingatkan aku tentang pertemuan itu. Pertemuan yang mengalirkan cerita sembari kita berbagi senyum di antara riuh beban dan persoalan. Kau tahu, senyum itu masih terbayang enggan menghilang, menumbuhkan setangkai janji. Kalaupun kau masih mengingatnya, semua terasa begitu ringan.

Ingatkan aku tentang setangkai janji itu. Yang membuat kita melupakan sedih di antara hiruk-pikuk jalanan yang dipenuhi kelakar para pembual. Kita begitu menikmati tiap jengkal keheningan, sementara orang-orang sibuk berebut harapan yang tak jua mereka genggam. Kau percaya, mimpi kita pun melebur hingga kita saling melupakan kesendirian.

"Kan ku kirim untukmu setangkai cinta setiap hari". Sejenak, setangkai janji itu seperti menagihnya untukmu meski tak pernah terucap hingga pertemuan-pertemuan sesudahnya. Kau percaya, ketika malam tiba, tawamu memecah sunyi yang sempat kutitipkan pada rembulan. Seperti halnya senyummu, setangkai janji itu terus saja menghantui. Ia masih saja mengendap, kemudian menjelma menjadi puisi yang sempat ku kirimkan kepadamu lewat senja dan hujan.

8 Jejak Yang Tertinggal:

Itik Bali mengatakan...

Janji memang mudah terucap
namun kadang sulit untuk ditepati
namun janji adalah janji
ibarat sebuah hutang yang harus terbayar

Munir Ardi mengatakan...

aku selalu ingat masa-masa itu masa memberikan kesan indah saat pertama datang ke blog ini dan pun sampai sekarang kenangan itu masih ada masih membersitkan asa meski tanpa janji , meski tanpa tangkai cinta biarlah dia berjalan apa adanya

Latifah Hizboel mengatakan...

Hmm..janji yang mana ya ? saya lupa deh hehe *Kidding

senja mengatakan...

senja pasti akan menyampaikan janjimu padanya hehe... ^_*

indah sekali sahabat...imagenya pun pas bgt :)

nagagembel mengatakan...

Aq ingin setangkai mawar putih saja ah. ga.nyambung.dot.com

irarachma mengatakan...

perlu dikaji secara semiotik? ilmu sebuah simbol?

yans'dalamjeda' mengatakan...

>all; Setangkai janji itu memang tak pernah terucap di antara kita untuk saling menyapa dan berbagi. Sesekali kita mencoba berbincang lewat angan, sembari membayangkan ekspresi wajah kita masing-masing. Barangkali benar, ada ikatan magis yang mempertemukan rasa di antara kita.
Setangkai janji itu, telah ku lunasi hari ini, lewat tulisan ini, kepadamu.

aviorclef mengatakan...

-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-

*******Salam ‘Blog’!!*******
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Mas. Diksinya capcus banget.
Membuai syairnya..

Setangkai janji telah terbang
Berganti buah mekar di taman kabut
Semerbakan angin ilalang..

Hahahhaa
Pissssss
^____^

-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda