Jumat, 22 Januari 2010

Kemarin











Banyak jalan yang telah tertempuh. Banyak pula tempat yang menjadi persinggahan setelah lelah dan kemudian berhenti, menimbang arah di persimpangan. Sekedar mengikuti arah dari garis tangan.

Tibalah aku di sini. Saat ini, di tempat ini. Tak terhitung nafas yang tertiup dan terhembus. Pun jejak yang tertinggal dari tiap langkah kaki di tiap jalan yang kususuri sebelum waktu mengantarkanku di sini. Semua berjalan, bergerak menuju akhir yang telah ditetapkan.
***

Senyum bahagia pernah tertoreh dari wajah-wajah penuh harap. Kelak, buah cinta dan kasih sayang mereka akan tumbuh menjadi insan yang membanggakan. Kaki yang mulai nampak seolah segera ingin beranjak menorehkan jejak dalam dunia baru yang belum pernah ia menapak.

Masa kecil telah memberi banyak tawa. Pun tangis sedih, meski tak pernah nampak air mata jatuh yang aku tahu. Entah, barangkali aku banyak melupakan itu. Tapi harap, tak pernah pupus untuk melihatku tumbuh, menjemput mimpi yang tak pernah terucap.

Aku minta maaf, barangkali kenakalanku membuat banyak pikiran tercurah hingga seringkali memaksa air mata itu jatuh untukku. Juga atas rengekanku sekedar ingin kalian menuruti keinginanku. Tapi harap, lagi-lagi tak pernah pupus untuk melihatku tumbuh, berdiri menghadapi persoalan demi persoalan hidup yang kelak ku jalani.

Kemarin, hari yang sama, 21 Januari, 28 tahun yang lalu adalah awal sebuah kisah perjalanan kehidupan yang terlahir dan tumbuh bersama tiap tetes keringat dari tubuh dan air mata yang menetes di tiap keluh dan kesah dalam tiap do'a yang kalian panjatkan. Dari mataku yang berkaca, terselip keyakinan dari hati yang pernah berjanji, bahwa semua tak akan pernah sia-sia. Aku akan segera pulang..........

16 Jejak Yang Tertinggal:

reni mengatakan...

Berangkat dari kemarin, semoga langkah ke depan akan jauh lebih baik...
Karena kemarin adalah tempat kita berkaca atas segala yang telah terjadi.
Dan kemarin telah memberi bekal bagi kita untuk menyongsong masa depan yg lebih baik.

the others.... mengatakan...

Wah, kejutan nih... gak biasanya aku bisa numero uno di sini :D

sibaho way mengatakan...

ulang tahun ya?
perenungan yang mendalam kawan... tiba2 aku kangen emak :((

minomino mengatakan...

nikmati perjalananmu ya...apapun itu...
agar usia tidak tampak sia-sia...
:) :) :)

Cerita Inspirasi mengatakan...

wah ada yg lagi ulang tahun nih... selamet yah. semoga sukses selalu buatmu, semoga saja semakin bertambahnya umur, makin bertambah pula kebijaksanaannya... ^^

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

hehe.. sedang merayakan usia neh sob..

selamat ya.. semoga tetes keringat & air mata di setiap keluh kesah kan memudar nantinya..

sukses ya sob.. :)

Ateh75 mengatakan...

Untaian yg indah dari untaian kehidupan seorang anak manusia yg 28 thn yg lalu, seorang ibu melahirkannya, selamat milad ya.

Ivan Kavalera mengatakan...

Berangkat dari dan kesini lagi. Menjenguk ruang jeda. Selamat milad ya, kawan.

aan mengatakan...

kata2nya enak,,ngga seperti saya, sukses slalu sahabat..

goop mengatakan...

Selamat ulang hari lahir, Mas Bro.

Newsoul mengatakan...

perenungan mantap di hari lahir. Selamat milad Yans, sukses terus dan barokah ya. Pengen deh bisa mengedit gambar seperti nitu, ajarin dong.

Lina mengatakan...

saya telat...
selamat hari ulang tahun, semoga semakin berkualitas dan selalu mendapat kebahagiaan.
ada hadiah award di http://wanodyayu.blogspot.com/2010/01/ganti-lagi.html.
mohon diambil ya...

Yunna mengatakan...

perenungan indah di hari jadi.
selamat ulang tahun...

Syifa Ahira mengatakan...

renungan indah di hari ulang tahun :)
meski telat.. met ulang tahun ya..

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

met ulang tahun ya mas... moga apa yang menjadi keinginan dapat tercapai... salam terkasih...

Munir Ardi mengatakan...

alangkah lambatnya aku datang kesini menengok ngucapin selamat milad ya mas

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda