Sabtu, 28 November 2009

Album Foto Kita, Bingkai Prosa Kehidupan


Foto adalah gambar yang bercerita. Ia bisa bicara seribu kata, mewakili semua yang terkandung dalam lembaran tulisan. Ia memiliki kekuatan untuk berbicara banyak kepada siapapun yang melihatnya.

Kalau kau singgah di rumahku, jangan berharap kau temukan foto keluarga yang terbingkai manis menempel di dinding atau album foto tergeletak di bawah meja ruang tamu. Karena memang tak ada dokumentasi dari moment-moment yang kami lewati. Mungkin hanya sedikit, itupun tercecer di lemari hingga setiap detilnya tak nampak lagi. Buram dan mulai ditumbuhi jamur. Kalaupun sempat terbingkai, debu yang menempel melebihi ketebalan bingkainya dan menutupi gambar manisnya. Selainnya, kami menyimpan kenangannya dalam memori kami masing-masing.Entahlah, kenapa tak banyak foto di rumah dan tersimpan rapi dalam satu album yang bisa membuat kami tersenyum, bercerita atau sekedar membuka ingatan saat melihat tiap lembarnya.

Barangkali harga foto keliling jaman saya kecil terlalu mahal buat keluarga sederhana seperti kami. Belum lagi bingkai yang harus dibeli untuk memajangnya. Entahlah, tak sempat terpikir barangkali untuk mengabadikannya, apalagi sampai membeli kameranya sekalian. Saya tak pernah menemukan gambar itu di lemari rumah. Paling-paling hanya foto hitam putih ukuran 3x4 yang menempel di ijasah. Atau tiga lembar gambar bayi mungil, salah satunya adalah foto saya yang lucunya minta ampun hingga saya sendiri ingin mencubit pipinya, dan yang lain adalah gambar dua kakak saya yang biasa saja. Hehehe……

Itulah kenapa saya ingin memiliki koleksi foto yang tersimpan rapi dalam sebuah album. Beberapa tahun kemarin mulai sempat saya koleksi. Syukur-syukur sempat membingkainya di Ruang Jeda ini. Barangkali saja foto masa kecil saya membuat siapapun yang singgah di sini ingin mencubit pantat atau pipi lucunya. Hehe…. Atau kupampang saja foto yang paling gaya sampai-sampai setiap perempuan yang singgah, merasa sulit tidur karena jatuh cinta, hehehe. Cuma seingat saya, sepertinya tak ada satupun foto saya yang terlihat manis dan ganteng. Kecilnya saja begitu……...menggemaskan, lucu. (Sumpah, masa ga percaya?!). Gedenya apalagi….lebih menggemaskan, hanya saja yang melihat kurang terbiasa atau mungkin kameranya yang tidak bermutu. Itulah kenapa saya sering marah-marah karena hasil jepretannya tak seganteng wajah aslinya. Padahal, tentu saja bukan salah mereka.

Tapi sudahlah, paling tidak tiap gambar yang tersimpan mampu berbicara kepada kita, membuka memori untuk bisa bercerita dan mengenang indahnya waktu yang terlewati, merangkumnya menjadi kenangan manis, membuat kita sesekali melupakan tangis dan merubahnya menjadi senyum, bahkan tawa lepas dari kisah yang tersimpan di setiap gambar, prosa hidup yang terbingkai dalam album foto kita.

27 Jejak Yang Tertinggal:

Ateh75 mengatakan...

Mau nyubit susssah.kayaknya yg punya rumah jeda ini dulunya imut ya ?! tapi kalo sekarang amit amit hehe *kidding...
*Sebuah foto pasti ada cerita dibaliknya.Sepertinya sayang sekali bila moment tertentu bila tak diabadikan oleh sebuah foto.Hanya untuk menjadi sebuah kenangan .

Zahra Lathifa mengatakan...

Foto belum tentu sesuai aslinya kok yan, makanya ada istilah fotogenic! Nah, kalo kamu ngerasa kurang manis di foto, mungkin kamu memang bukan tipe fotogenic..kabar baiknya berarti kamu lebih cakep aslinya 'kan? jadi tunggu aja gadis2 disekitarmu itu benar2 jatuh cinta karena melihat dirimu yg sebenarnya...:D I think that's better :)

Vicky Laurentina mengatakan...

Hohoho..kalau saya sih malas lihat-lihat album foto orang lain. Lebih suka lihat foto-foto di Facebook-nya saja.. Lebih jujur dan apa adanya.

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
wah bicarain sol foto memang penuh makan bisa jdi sebagai referensi diri kita namun yang jelas realitanya yang membuat kita kadang berontak dari foto tersebut,thnxs n good luck ya

Joddie mengatakan...

betul bang.. saya sendiripun kadang terharu saat melihat foto-fotoku dulu.. jadi serasa naik mesin waktu terbang kembali ke masa-masa itu.. jadi terharu..

Yunna mengatakan...

memandang foto selalu membuat kita terkenang masa lalu...

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Memang terkadang memandangi sebuah foto, kita langsung teringat akan kenangan indah dibalik semuanya.
Pantesan foto profil bung Yans cuman hitam putih.... tapi jujur masih tetep imut dan membuat cewek kalau mampir nggak bisa tidur... entar balik baru bisa...
Sory ... kebanyakan becanda kali yah??
Mohon maaf lahir batin,

DESFIRAWITA mengatakan...

kalo soal album kenangan, aku ratunya
hehehe...
setiap kenangan, aku usahakan buat mengabadikannya
nggak perlu hrs punya kameranya
cukup nebeng, ntar kalo dia nyetak, nebeng juga
hahaha...
album foto memang mengisahkan semua, ia menceritakan kenangan kita lewat sebuah foto

-Gek- mengatakan...

Kalo saya.. super duper narsis Mas..
kerjanya ngumpulin foto2 melulu.. melihat metamorfosa diri sendiri.. sungguh ajaib.

:)

munir ardi mengatakan...

SAtu foto sejuta cerita dan persepsi

sibaho way mengatakan...

makanya saya rajin photoin anak mas, karena saya pun sama kayak cerita sampeyan :D

LaDy mengatakan...

dari sekian byk poto2 pribadiku.. wajahku suka berubah-ubahh.. brbagai mcam wajh.. :)

Mayyadah mengatakan...

hmmm...absolutely agree^^
klo zaman doeloe..ga ada foto2 y...heheh...beruntunglah kita udah nyampe di era digital

lina mengatakan...

dikembangkan sekalian menjadi fotografer aja bang...sapa tau bisa menambah rupiah.

apa sudah ya ?

fahrizal mengatakan...

foto ... hm ... sayang banyak cerita berkesan saya tidak sempat terekam dalam kertas foto itu

setetes.embunpagi mengatakan...

foto mrpkn momen beku yg bisa mmbntu mempri kita utk mengenang ms2 indah ato bhkn sedih...

Bangasbersorak mengatakan...

foto begitu kuat ekpresi wajah kadang terbaca dari foto...dia bercerita dengan utuh..wajar saja banyak juga kalangan yang mengapresiasi hasil foto..seperti anugerah pulitzer..foto kadang menceritakan makna lebih dari yang terpotret itu...salam kenal sob....dari blok ceruk kampung

TRIMATRA mengatakan...

hiyah, fotro adalah lidah yang tak pernah bisa berbohong. menceritakan segal hal apa adanya...

becce_lawo mengatakan...

ya elah...gubrak!!!
mana fotonya mas yang dibilang imut-imut dan mengemaskan itu..he,he,he

ello : LoversoiX mengatakan...

Bener, rekaman kejadian dalam bentuk dokumentasi yg tersimpan dalm foto atw bingkai membuat kita bs tertawa, mengingat bahkan membuka memori. Setiap kejadian yg terlewat akan menjadi kisah yg tak menarik. Kecuali orang2 yg mampu mengabadikannya!

Halaman Putih mengatakan...

Seandainya saja semua memori tersimpan dalam foto, kita bisa melihat perjalanan kehidupan kita dari masa ke masa.

Kalau sekarang sih mudah mendapatkannya. Tinggal direkan pake handycam atau HP kan beres.

linduaji mengatakan...

koleksi foto saya banyak tapi sekarang sudah habis dibagi-bagi kepada para penggemar :-)

Rosi aja mengatakan...

tapi foto-fotonya mana bang ? koq ngga di upload hehe penasaran mode on>

Rumah Ide dan Cerita mengatakan...

Saya juga sama nih Bung Yans koleksi fotonnya sedikit. (mungkin malas). Biarlah semua itu terbingkai di memori saja.

ivan kavalera mengatakan...

hitam putih prosa kehidupan. potret-potret kita. ya, mereka di bingkai itu. disirami matahari.

KucingTengil mengatakan...

hahahaha ketawa bacanya. makanya beli kamera yg bagus biar gantengnya keliatan :P


-Miawruu and Vamps-

Munir Ardi mengatakan...

lagi sibuk ya mas

Posting Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda