Selasa, 27 Oktober 2009

Saat Kopi Membunuh Sepi

Ada rasa yang lain saat minum kopi. Di tiap warnanya, adukannya, aromanya,  atau kekentalannya. Tiap orang punya sensasi yang berbeda di tiap sesapannya.  Kental dan pahit, yang kental tapi manis, atau di antara keduanya. Tiap takarannya butuh eksperimen untuk menciptakan perpaduan  yang pas sekedar menemukan sensasi dan cita rasa yang khas bagi peminumnya. Di tiap rasa, ada kesan yang berbeda.

Aromanya mengusir kejenuhan, meresap di tiap labirin yang menutupi lamunan. Tiap takaran menentukan seberapa bengis ia membunuh kesepian. Membuang sedikit beban yang mengendap, seperti racun nikotin dalam paru-paru. Kopi yang membunuh sepi.

Ach, agaknya terlalu berlebihan barangkali mengungkapkannya secara demikian. Tapi kopi adalah teman saat tubuh butuh untuk jeda. Jeda untuk menemukan kembali ide-ide, yang kadangkala tertutupi rasa lelah. Bukan memaksa, hanya sekedar menemani pencariannya. Kalaupun ide tak ketemu, jangan salahkan kopi yang telah menemani. Toh ia telah berhasil membunuh sepi, saat tubuh dan pikiran membutuhkan jeda menikmati kesendirian.

Tapi pagi ini, tak ada kopi untuk kusesap dan kuhirup aromanya. Sekedar menjadi teman untuk menikmati kesendirian yang sepi. Tak ada yang membunuhnya. Hanya mampu kuusir juga sepi ini dengan secangkir kopi yang disuguhkan oleh Dee. Takarannya yang pas, membuat gairah muncul kembali menemukan ruh untuk Ruang Jeda ini. Lewat rangkaian kalimat berjudul Spasi dalam Filosofi Kopi, oleh Dewi Lestari.

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tak dipakai 2 kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

30 Jejak Yang Tertinggal:

Ateh75 mengatakan...

Disaat sepi mengusik diri,lamunan mengawang,menjelajah segala ruang dengan jeda dan spasi,...segala rasa singgah tak bersahabat,ntah kopi ataupun secangkir teh hanya mampu membelai kerongkongan,masih tak mampu mengusir sepi...

sibaho way mengatakan...

kopi bisa mengendurkan syaraf2 yang kaku. kadang klo sudah terlalu kendur, perlu juga ditiban kopi lagi biar fokus, karena buat saya, kopi=konsentrasi pikiran :))

Newsoul mengatakan...

Spasi itu melengkapi jeda bung Yans. Spasi akan lebih terekam indahnya saat membunuh sepi pada ruiang jeda bila diiringi secangkir kopi. Apalagi kopi yang pas, takarannya.

Cak Win mengatakan...

Pecinta Kopi nih??? :D

Henny Y.Caprestya mengatakan...

kopi jadi sahabat yang pas dalam kesendirian. pas pula sebagai penghibur diri dan penguat hati ^^

f1d3ly4 mengatakan...

tks 4 ur visit

JHONI mengatakan...

wah saya bukan penikmat kopi....dalam artian harus selalu minum kopi.....tapi saya selalu menikmati setiap cangkir kopi yang disuguhkan!!!!!, terkadang saya lebih menikmati kopi jika sedang sendirian!!!

goop mengatakan...

saya lebih suka teh, hehehehe

goop mengatakan...

oiya, memang di antara tanda baca dan spasi ada sesuatu entah apa namanya, yang membuat sebuah kalimat bernilai lebih... kalau meminjam dee ya 'arti' itu mungkin :)
tapi, pernahkan memerhatikan tanda baca?

koma menari di antara kata, titik diam saja, apa yang dilakukan tanda tanya? :)

nah, beberapa percobaan lain di sini: www.unclegoop.dagdigdug.com

Clara mengatakan...

memang rasanya menyenangkan bisa menyesap kopi di pagi hari, nikmat dan hangat

lanang celup mengatakan...

wah kalo pecinta kopi, mang rasanya bakal hambar kalo ndak ada kopi... karya nya keren-keren ya... sayang q ga da bakat sastra hiks...
oh ya, saya ada temen yang bisa bantu terbitin buku indie mungkin berminat www.indiebook.co.cc

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

pengembaraan jiwa dalam ruang yang tak bertepi ditemani secangkir kafein, terasa nikmat dan sempurna.

Itik Bali mengatakan...

Bagi penikmat kopi,
ini adalah nikmat yang mampu membangkitkan ide dan rasa
namun ada sebagian orang yang sangat sensitif terhadap kopi
dimana asam lambung akan meningkat saat menikmati kopi

yans'dalamjeda' mengatakan...

@all; secangkir kopi yang menemani kesendirian yang sepi, saat tubuh butuh jeda untuk sekedar mengkhatamkan lelah. Menemukan kembali gairah yang hilang dan merangkainya mejadi kata. Ach, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Terimakasih buat semua yang telah singgah dan meninggalkan jejak di kolom ini.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

mampir minum kopi.

BrenciA KerenS mengatakan...

kopiku mana ya... hehehe

kopi ga bisa jauh2 dariku...kopi membuat inspirasi, nemenin mata yg sudah capek mantengin layar monitor.

DESFIRAWITA mengatakan...

Yuhu...manisnya..
Aku pengen donk belajar merangkai kata sebagus ini.
Sukaaa baget. :)

Yunna mengatakan...

aku juga selalu minumkapi kalau banyakpikiran.dan itu emang efektif banget...

becce_lawo mengatakan...

yupp, i choose coffee karena coffee adalah semangat merubah sekitar dengan energi positif...coffee bisa merubah air menjadi larutan coffee tanpa kehilangan identitas coffeenya sendiri.

Reni mengatakan...

dari kopi dan sepi... bisa terangkai kata-2 yang indah sekali....
Hmmm... jadi ingin sekali minum kopi (padahal aku tak suka kopi dan aku sedang tidak merasa sepi)..

AISHALIFE-LINE mengatakan...

Kopi memang nikmat di buat teman merenung dan sepi.tapi saya kalau minum kopi ,pasti malamnya susah tidur.

yans'dalamjeda' mengatakan...

Sepi pun terusir malam ini. Banyak sahabat singgah dan menemani menikmati secangkir kopi. Hanya aroma yang menggairahkan ini yang dapat terbagi. Kopinya bikin sendiri-sendiri ya. hehe. Tks semua.

Tisti Rabbani mengatakan...

ah, telat menyambangimu..
menyesapi tiap butir rasa dalam secangkir kopimu..

mmmm...baunya pasti harum,
boleh saya minta secangkir lagi...?

Indie Book mengatakan...

kopi selalu menjadikan saya merasa lebih tenang...
ada hal istimewa yang tak saya dapatkan dari minuman jenis apapun selain kopi...
nggak tau apa itu...susah dipahami kecuali oleh sesama pencinta kopi
.hehehehe

Rumah Ide dan Cerita mengatakan...

Kopi itu hitam, sehitam nasib petani di negeri ini.

kopi itu manis, semanis tengkulak yang ongkang kaki menikmati hasil.

Kopi itu minuman para penakluk.
Gengiskhan menghabiskan ratusan gelas kopi kala melintasi gurun gobi untuk menak lukkan negeri cina.

Napoleon meminum kopi kala menginyasi rusia.

Tapi kopipun mengundang penjajah ke negeri ini.

yans'dalamjeda' mengatakan...

@all; begitu mantab rasa dan aroma kopi. Pun begitu dahsyat cerita di balik rasa dan aromanya.

come n share mengatakan...

hebat sob..untaian kalimat indah berawal dr nikmatnya kopi..selera kita sama..salam kenal juga.

Munir Ardi mengatakan...

Kopi paling nikmat dari blog ini untuk obat stress maaf mas template sy rusak baru bisa berkunjung

-Gek- mengatakan...

Apa kopi favoritmu?
Kalau saya MOCCHA.. coklatnya membuat stress saya meluruh dan aroma kopi menggeliatkan mata ngantuk saya karena nge-blog sampai mabok.

Nice posting. Lam kenalllll.. :)

M.RIDWAN MAHADI A.T mengatakan...

ya...diruang jedahmu secangkir kopi aromanya bisa memudarkan sepi sepi itu sendiri
biar pedarnya kutenggak dan kutuang kembali dan bulan yang tergenang digelas itu memubunuh resah ini....

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda