Rabu, 07 Oktober 2009

Hening

Awalnya bukanlah kata
Melainkan rasa
Akhirnya bukanlah bening
Melainkan hening

Begitulah bait puisi Gus Im yang berjudul Tentang Awal dan Akhir. Rupanya, rasalah yang mendahului kata dan kata bisa jadi lahir dari rasa. Ini yang baru saya sadari, bahwa saya terjebak dalam kata, bukan rasa.

Semula hanyalah sebuah iseng untuk menuangkan rasa melalui kata untuk sekedar mengembalikan memory dan menghimpunnya kembali menjadi kenangan. Tapi akhir-akhir ini rasa itu sepertinya hilang. Atau kalaupun masih ada tapi berkurang. Barangkali kalau sesuatu bermula dari rasa akan tercipta sebuah ketulusan. Memberi dengan tulus bahkan memintapun dengan tulus. Menulis dengan tulus atau bahkan mengomentaripun dengan rasa tulus. Barangkali ketulusan itulah yang menyisakan keheningan yang terus menggemuruh dan menggugah.

Kalau sedang saya amati ruang ini, atau kalau mau mari kita amati bersama. Kalaupun tidak mau, biar kupandangi sendirian. Tak peduli Shoutmix terisi atau tidak. Life Traffic Feed tidak berubah juga tidak apa-apa. Angka-angka Trafiic Alexa tak mengecilpun juga tak masalah. Toh mulanya juga terpasang hanya sebagai hiasan tanpa tahu apa maksudnya.
Atau.....ku kerjakan saja PR-PR mereka semuanya biar nilai raport-ku tidak berwarna merah?!
"Marah ya.....?!"
"Nggak!"
"Marah?!"
"Nggak kok!"
"Iya?!"
"Nggaaaaaaaak, sumpah!"

Begini saja,
berapa pun jarak kita
kan kukurim untukmu
setangkai cinta setiap hari
Setuju?*



*Puisi Rieke Diah Pitaloka 

44 Jejak Yang Tertinggal:

ateh75 mengatakan...

hehehe..marah kali,kok " gak "nya aja panjang gitu hihi...

untuk ruang jeda, hening itu hanyalah sementara ,setiap perputaran waktu itu berubah dan berbeda..esok hari mungkin ruangmu akan ramai seramai riuh pikuk pasar...

buat kiriman setangkai cinta setiap hari mah ,atuh setuju sekali...biar ga hening hehe

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Andaikan Kau Masih Ada
Berdiri Mendampingiku
Ku Ingin Kau Pun Tahu
Betapa Ku Menyayangimu

Andai Kan Ku Sanggup Untuk
Memutar Kembali Waktu
Tak Pernah Sekejap Pun
Ku Alihkan Engkau Dari Perhatianku

Selama Hidupku Hanyalah Dirimu
Yang Sanggup Menyinggahi Ruang Ruang Hidupku
Selama Hidupku Hanyalah Dirimu
Yang Sanggup Menempati Ruang Ruang Hatiku

Andaikan Kau Masih Ada
Berdiri Mendampingiku

Ku Ingin Kau Pun Tahu
Betapa Ku Menyayangimu

Andai Kan Ku Sanggup Untuk
Memutar Kembali Waktu
Tak Pernah Sekejap Pun
Ku Alihkan Engkau Dari Perhatianku

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

mampir pagi dengan setangkai cinta
moga bisa mengusir keheningan.

Newsoul mengatakan...

Puisi singkat yang indah. Ungkapan rasa, kata yang indah. Hening itu terkadang sangat dibutuhkan.

JHONI mengatakan...

wah!!!! kalo saya mengejar terus trafiic alexa...........hehehehe maklum buat nyari tambahan!!!!

pisss!!!

bang mengatakan...

bisa untuk teman diskusi ini memperkaya kosakata bahasa...kunjungi ku sesekali untuk saling memperbaiki...http://bangasbersorak.blogspot.com/

duniaira.blogspot mengatakan...

kita berdua saling terlena dsalam dunia maya

yans"dalamjeda" mengatakan...

@Ateh75; nggak kok, sumpah dech. hehe. cintanya tersisa tinggal sedikit teh.
@Seti@wan; puisinya menambah keheningan.... biarkan saja tetap hening mas, tidak usah diusir.
@newsoul; mantab dech bulik....
@JHONI; piss jg lah....
@bang; boleh tuch.
@duniaaira; mungkin.......

tks buat semua.
Masih hening.... atau pecahkan saja gelasnya biar ramai! hehe

Tisti Rabbani mengatakan...

rasamu adalah untaian kata2 indah penuh makna..
kalo PR naik, anggap sbg bonus..hehehe..

*saling menyemangati, krn kita sama2 sedang 'kehilangan rasa'...

morishige mengatakan...

saya juga bermasalah dalam "ngerjain PR", bro..
hehehe..

anyway, salam kenal ya. :D
nice blog!

yans"dalamjeda" mengatakan...

@Tisti Rabbani; biar nilai raportnya ga merah teh yak?! hehehe
@morishige; hehe... tks sdah sudi untuk singgah. slm kenal jg.

Ibnu Mas'ud mengatakan...

mungkin benar juga ...


Sesuatu bermula dari rasa akan tercipta sebuah ketulusan

yans"dalamjeda" mengatakan...

ya, mungkin benar juga.....

Ria mengatakan...

mmm....sweet...
berarpaun jaraknya tetapi selalu ada setangkai cinta ^^

goop mengatakan...

ah, kok cuma setangkai :)

yans"dalamjeda" mengatakan...

@Ria & goop; terimakasih.....

ivan kavalera mengatakan...

berapa pun jarak kita
kan kukurim untukmu
.......
persahabatan puitika

khairuddin syach mengatakan...

keren banged blogmu sob
penuh makna....
sangat puitis sekali...

yans"dalamjeda" mengatakan...

@ivan kavalera; ach....jangan kau buat aku tergoda. hehehe
@khairuddin syach; ach....jangan kau buat aku besar kepala. hehehe.

Terimakasih telah singgah.

Artha mengatakan...

menuangkan perasaan dalam untaian kata membawa kesan tersendiri bagi kita dan bisa juga bagi pembacanya

linduaji mengatakan...

mampir...
salam kenal :-)

yans"dalamjeda" mengatakan...

@Artha; eh.... mampir dari Bali?!
@linduaji; salam kenal jg.

tks telah singgah.

Rosi mengatakan...

singkat "katamu", dalam "maknamu"
tiap kata yang kau rangkaikan dlm tulisan ini menarik kawan. menggelitik otak utk berpikir lebih jeli apa maknanya...
ya, tp kata tidak penting . yg penting adalah rasa.

yans"dalamjeda" mengatakan...

@Rosi; dan akupun terjebak dalam kata itu sendiri. Ach...kenapa pula dipikir lebih jeli?!

bluethunderheart mengatakan...

sangat sangat suka blue dengan postinganmu bang
salam hangat selalu

yans"dalamjeda" mengatakan...

Tks blue!
Salam hangat juga....

Riau Travel mengatakan...

wah..... itu puisi yg penuh makna bro....
numpang tenanr disini yah..
salam kenal....

Anazkia mengatakan...

Setuju, yah saya setuju! lho, mangnya paan...??? bentar2, aku baca lagi. Takut salah makna :)

Anazkia mengatakan...

tetep setuju! setelah dua kali baca. Puisi terakhirnya bagus :).

Cerita Tugu mengatakan...

kalau boleh setangkai cinta kuganti,segelas cinta gimana,soalnya gambarnya kan gelas

Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang mengatakan...

Hehehehe heba banget ngerangkai kata-katanya, bagaikan langit-langit putih yang merindukan job dari paid review :D , peace...

yans"dalamjeda" mengatakan...

@Anazkia; saya juga setuju! setuju apa ya...?!
@Cerita Tugu; hehehe...kenapa jg gambarnya gelas?!
ach..yang penting bening...
@Kenali.....; mantaaab!!!

Tks telah singgah....

buwel mengatakan...

bener, rasa dulu baru kata.........kalau lagi memiliki rasa, kaa yang dihasilkanpun brrrrasa... :-)

a-chen mengatakan...

hehehehe, blogger with passion ya...

Itik Bali mengatakan...

Puisi yang indah
keren banget puisinya mas.
Emang penyair yang keren deh

Ari mengatakan...

hmmmmmm.....
Hening......
Kadang rindu akan itu.

Tapi lebih rindu akan derai tawa, canda mesra,...

Nyambung gak sih.

yans"dalamjeda" mengatakan...

@buwel; Siiiip...mantab!
@a-chen; yo'i sob! bisa ga ya?!
@Itik Bali; Ach... nanti tambah besar kepala saya.
@Ari; hmmmm...akupun rindu, hening..... hanya sekedar mengheningkan cipta.

terimakasih telah singgah....

aviorclef mengatakan...

Bang,,,,keren.....
Tambah profesional aja nih tulisannya...
Oh ya, maaf lama tak bertandang,,,maaf sekali...
Oh ya, btw ada special gift buat abang,,

bluethunderheart mengatakan...

dah akahir pekan bang.met menikmatinya yah
salam hangat selalu
semangat semangat lagi yah..............ok

Linda Belle mengatakan...

kunjungan pertama kali disuguhi postingan yg asik...
lam kenal

yans"dalamjeda" mengatakan...

@aviorclef; halah.... biasa aja! yg spesial kpn2 dijemput.
@blue; tks blue, pasti semangat lah....
@Linda Belle; hehe...slm kenal jg mbak.

Tks telah singgah.

Anazkia mengatakan...

saya setuju dengan kalimat, "rasa dulu baru kata" :)

yans"dalamjeda" mengatakan...

lebih brrrrrrrrrasa?! hehe

Irwan Bajang mengatakan...

Kirimkan aja..saya tunggu di depan rumah.
:D

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda