Rabu, 02 September 2009

Jeda, Menata Kembali

Lelah barangkali, atau jenuh. Itulah kenapa orang butuh untuk sesekali jeda, berhenti sejenak dari aktivitas dan rutinitas yang kadang-kadang terasa sangat membelenggu.

Jeda sebagai ruang untuk introspeksi, refleksi atas apa yang telah kita alami. Jeda adalah kesempatan untuk mengambil nafas panjang dari sekian perjalanan yang telah kita tempuh. Jeda adalah sebuah perenungan untuk mengambil lebih banyak hikmah dari setiap interaksi. Jeda adalah teman dalam perjalanan.

Kerinduan untuk melakukan sesuatu yang tak biasa dilakukan, adalah semangat yang tersembunyi di balik judul tulisan iseng ini, Karena lelah, jenuh dalam jeda yang diam dan berkepanjangan. Sekian jauh jalan yang kita tempuh, sekian banyak tempat yang kita singgahi tanpa kita sadari sesungguhnya tak hanya memberikan kenangan tapi sebuah pangalaman. Namun, ketika kita sadari kita hanya mengambil sedikit dari apa telah disediakan.

Jika setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru, bukankah teramat banyak ilmu dan hikmah dari setiap perjalanan yang kita tempuh, dari setiap tempat yang kita singgahi dan dari semua orang yang kita temui. Di manapun kita berada, dengan siapapun kita berinteraksi, di sana menyimpan kilauan mutiara yang tersembunyi.
Dalam jeda aku mencoba menemukannya.

*Jeda kali ini belajar membuat read more. Gaptek ya?! Semoga berhasil…….semoga berhasil…..semoga berhasil. YAK!!! Berhasil ga?
*gambar diambil dari sini.

13 Jejak Yang Tertinggal:

Tisti Rabbani mengatakan...

Hai, diri yang tersudut dalam jeda,
menjelma keheningan
seperti lebah mendengung
selamat menikmatinya...
semoga tiada bosan....

*coba bikin readmore (kyk punyaku)
di o-om.com...

semoga jeda-mu menghasilkan karya... :)

pelangi anak mengatakan...

Sama Mas, saya juga sedang mempelajari readmore...pasti bisa...pasti bisa!

bluethunderheart mengatakan...

pagi bang
blue suka dengan wacana gaya tutur abang ini.
hebat ya
salam hangat selalu

lintang mengatakan...

kalau masalah gaptek aku gaptek banget pinginnya belajar tapi gak pernah sempat krn repot ngurus si kecil he..he. (jadi curhat)

Anazkia mengatakan...

sama yah postingannya? :)

kakve-santi mengatakan...

salam kenal.. jeda sejenak..
santai sejenak... hehe

Newsoul mengatakan...

Ya, menata kembali itu memang diperlukan. Ruang jeda ini jadi makin siip deh. Ya saya belajar readmore dari mbak Tisti. Sukses terus ya.

yans"dalamjeda" mengatakan...

Komentar ini dari Anazkia sblm postingannya sy hapus, sayang jg kalau ikut terhapus; Selamat mas, dah berhasil. Kita memang butug jeda, untuk melepaskan penat dan lelah kita :) Lah, kalau saya, malah di bikinin tuh tuh read morenya :)

yans"dalamjeda" mengatakan...

@bu Tisti Rabbani; Wow.....merinding baca komennya! Tks infonya, mantabbbb infonya. maknyussss.
@pelangi anak; M 150. Bisa!!
@bluethunderheart; slm hangatnya sy terima. hehe
@lintang; untung aj ga ada batasan untuk belajar.
@Anazkia; hehehe...tuh komennya aku munculin
lg. posting lama dihapus.
@Newsoul; rasanya perlu banyak2 terimakasih sm ibu elly ini, bener2 memberi jiwa baru.

tks for all, telah singgah dan memberikan petuahnya.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Sukses sobat,.... Readmore-nya sudah mantap.
Emang semuanya harus dipelajari.

yans"dalamjeda" mengatakan...

@Seti@wan Dirgantara; kesuksesan dibalik kepuyengan hehehe.. tks

reni mengatakan...

Bagaimana dg readmorenya ? Berhasil kan ?

Nur Layla mengatakan...

Mas Yans.. (interval=jeda?)

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda