Selasa, 12 Mei 2009

Tentang Perempuan

Matakupun masih terjaga
ketika kau susun rajutan benang asa
pada langkahmu yang meragu
Kuberanikan diri membaca hati
lewat kata yang kau suguhkan
dari bibir yang tak pernah berucap

Memang layak dunia tertawa
tergelitik tingkah kita yang bimbang
mencoba meraba hati yang tak pernah terselami
Sejenak mata terpejam
dalam hela napas panjang.
mengikis asa yang terselip sedikit gulana
menjawab semua tanya
yang menyelinap dari pintu yang terbuka

Barangkali
lewat udara kutemukan jawab
atas mimpi-mimpinya yang terbuang
sesak dari nafas yang ia hembuskan
merasakan kembali tiap serpih kehidupan
lewat kata yang tak pernah terbaca
darimu........ Perempuan.






Lihat jg di  Untukmu Perempuan .yang memunculkan pertanyaan  Benarkah Kau Buka

1 Jejak Yang Tertinggal:

eden.apesman mengatakan...

"kita" dadaku membuncah dengan tersemat kata "kita",
cukup rasakan, maka tak perlu kata kau eja.
akan ku bunuh gulanaku,
susunkanlah puzzle mimpi yang tercecer itu... ikuti jalan yang ada...
aku harap kau temukan jalan menuju pintuku yang terbuka.

(aku suka tulisannya ijo - symbolnya kuat banget)

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda