Selasa, 13 April 2010

Secangkir Kopi Malam Ini


Sudah cukup lama kita tak saling bicara. Sepertinya begitu. Bahkan tak cukup waktu sepertinya untuk kita saling menyapa atau sekedar bertanya kabar. Kau menghilang dan akupun pergi. Langkah kita terpisah, entah ke mana. Kupikir, barangkali kita tak lagi searah.

Dari secangkir kopi yang kita nikmati beberapa waktu sebelum hari ini, tercipta ruang bagi kita untuk saling melepas tawa. Entah, barangkali memang layak kita menertawakan perjalanan kita yang lampau. Seperti ada bayang keindahan yang sedang kita nikmati yang tersembunyi dari balik kepekatannya yang kita sesap. Kita mulai berbicara mantab soal hari esok, sebelum petang menjelang.

Dari secangkir kopi yang kita nikmati beberapa waktu sebelum hari ini, pernah menyibak jarak di antara kita. Aroma tajam yang kita hirup sepertinya justru meleburkan ke-aku-an kita, tak ada lagi ingatan kita tentang pertengkaran kecil yang pernah terjadi, seperti menguap bersama udara. Kita saling melempar senyum dan memulai cerita tentang kita kembali. Kekakuan kita mengendap bersama ampas yang tersisa dari tiap sesap dan aroma yang telah kita seduh bersama. Sengaja kita biarkan ia mengalir, meresap di tiap labirin dan mengendurkan lelah dari rindu di antara kita. Mengembalikan langkah kita yang terpisah.

Sejenak, dari secangkir kopi yang kunikmati sendiri malam ini bersama sunyi, menumpahkan semua ingatan tentang kita. Menyulut rindu yang terpisah arah. Kemudian menguap. Tapi  manis dan pahit yang telah kita sesap bersama, masih melekat dan keharumannya pun masih tersisa.

12 Jejak Yang Tertinggal:

Newsoul mengatakan...

Saya mampir sobat, menyususri jejak secangkir kopimu semalam. Secangkir kopi selalu memberi kehangatan. Semoga secangkir kopimu dapat juga menghangatkan jiwamu.

Munir Ardi mengatakan...

walau langkah dan tujuan tak lagi sejalan namun keindahan dan kenangan masa itu saat bersama menikmati kopi pahit atau manis tak akan memisahkan pikiran dan kenangan dari dalam hati

the minds mengatakan...

berkunjung pagi n ngopi sambil baca postingan yang mengharu-biru kenangan...

salam

Latifah Hizboel mengatakan...

Secangkir kopi yang selalu memberi inspirasi. Langkah kalian yang sudah diseduh bersama segeralah teguk kenikmatannya.

Seiri Hanako mengatakan...

ngopi pagi-pagi sambil merenungkan kenangan

uhhhh

so sweet...

aviorclef mengatakan...

-_-_-_-_-_-_- cosmorary.com -_-_-_-_-_-_-
*******Salam ‘Blog’!!*******
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Ngopi---ngopiiiii
Sambil ngebayang perahu lama di pelabuhan sore hari....
ckckckkck

-_-_-_-_-_-_- cosmorary.com -_-_-_-_-_-_-

yansDalamJeda mengatakan...

Biarkan ia mengalir, meresap di tiap labirin dan mengendurkan lelah dari rindu di antara kita. Mengembalikan langkah kita yang terpisah.

ninneta mengatakan...

hai hai hai... maaf ya aku dah lama banget nggak main... baru sembuh nih.... :)

annie mengatakan...

ruang rindu itu penuh aroma kopi malam ini ...
apakabar, Mas?
eh, disini gak ada link saya, ya? (celingukan hehe ...)

eNeS mengatakan...

Dengan secangkir kopi saja dunia seolah menjadi piring, hehehe...

yansDalamJeda mengatakan...

Secangkir kopi... kita seduh bersama, bersama kita sesap pula aroma dan rasanya.

munir ardi mengatakan...

aku datang lagi dengan secangkir kopi pula untuk menghimpun kembali jejak-jejak langkah yang masih tersimpan takkan kubiarkan terhapus dari dalam hidupku

Posting Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda