Selasa, 05 Januari 2010

Tembang Kenangan

Barangkali orang ingin mengulang kembali. Tentang waktu yang terlewati, di sepanjang jalan kenangan. Tak nampak lagi bekas, sisa-sisa kemesraan dari jejak yang baru sebentar tertinggal. Terhapus, haru birunya kehidupan.

Dawai-dawai ingatan mengalun, merajut melodi sebelum kau pergi. Sendu, merangsek menembus waktu tersisa. Memantul dari gelas-gelas kaca. Membuka kembali memori, acak tak berurutan. Mengalir, meski tanpa vodka atau bir. Hanya segelas soda, tak seperti biasa.

Sepoi angin senja membelai kerinduan. Merangkai kembali bayang-bayang dan menyusunnya hingga utuh melukiskan senyummu. Di sini aku menanti, musim cinta datang menjelang. Bersama tembang kenangan, mengembalikan semua kisah tentang kita. Bernostalgia tentang cinta, rindu dan luka.
*gambar by wredna

10 Jejak Yang Tertinggal:

Latifah Hizboel mengatakan...

Tembang kenangan yang membawaku kealam khayal tentang masa lalu ,tentang segala kisah cinta yang hanya menjadi kenangan.

Ivan Kavalera mengatakan...

Menghanyutkanku..ke ingatan itu. Meski ia sebuah titik yang tak pernah lagi ditorehkan pena.

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

catatan yg indah, spt biasanya..
aku percaya, sebuah tembang memang memiliki sihir yg cukup kuat utk sekedar melemparkan kita kembali menyusuri ingatan, kawan..

Zahra Lathifa mengatakan...

aku datang untuk menikmati tembang kenanganku dirumah ini, ruang jeda yang selalu ingin membuatku kembali, menghela nafas dan menepi di sudut jendela yang nampak sepi tapi selalu memberikan ruang untuk hati...
kabar baik yan, maaf baru sempat berkeliaran lagi :)

Newsoul mengatakan...

Ya, kenangan adalah sesuatu di masa lampau yang kadang-kadang indah juga untuk kita intip. Tembang kenangan, kadang-kadang juga mengalun indah. Selamat pagi sobat, selamat beraktivitas.

goop mengatakan...

sayangnya ya hanya cuma itu :) maksud saya, hanya mengenang, bernostalgia, sudah....
karena seperti kata ndoro kakung, "old time, masa lalu hanya abadi di saat itu."
tetapi, barangkali harapan masih boleh digantungkan, seperti kata mas ia, "rasa itu hangat, erat, seperti sebuah cinta lama." :)
jadi, mari kita mengenang-kenang hehehehe
tabik!

Munir Ardi mengatakan...

kenangan yang indah ketika pertama kali menemukan ruang ini begitu indah syahdu dan memberi ketentraman hati, semoga kenangan itu tak akan pernah hilang bahkan semakin mengakar dengan kuat dalam hati Amin

setiakasih mengatakan...

membacanya..
aku berasa sepi...

Lina mengatakan...

begitulah lagu, kadang berasal dari sebuah masa yang indah. saat diputar ulang, kita pun turut terseret ke belakang....

Anonim mengatakan...

Kembalikan rindu yang pernah terbang, entah.. tiada kembalipun aku menyimpan, tanpa memilih pada kondisi. Memaknai perih...

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda