Senin, 07 Desember 2009

Kesepian Kita

Rasa ngilu ini bukan tiba-tiba
tak terjadi begitu saja
Perlahan asa itu mulai terkikis
menjadi sepi dan kering

Rasa haus itupun masih belum juga terobati
tapi tak ingin kumereguk kembali
Manis itupun perlahan menjadi hambar
aku harus menyukai rasa itu, karena sebenarnya tak asing pula bagiku

"Tapi tidak kawan
rasa yang kemarin kau tawarkan
telah terteguk dan menyatu
tapi tidak mendarah daging
tak pernah menyusup dalam otak dan aliran darahku"

Dan kau pun berhenti
terima kasih, semua yang membuat mataku tak terpejam
Tidurlah dengan tenang dan tak usah kau merenunginya sendirian
karena itu tak biasa kau lakukan
Apa untungnya bagimu?!
Hanya darahku yang beku dan pikirku yang kaku
layak kau biarkan kaku dan beku
Melengkapi sepi, kesepian kita
Ataukah rasa yang pernah kau tawarkan itu palsu?!

26 Jejak Yang Tertinggal:

setiakasih mengatakan...

ga pernah ada yang palsu... untukmu sahabatku.

lina mengatakan...

kawan sejati tak akan memberi yang palsu...

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

nice poem, kawan.. :)

sibaho way mengatakan...

maen lagi ke sini sobat :)
seperti biasa, si otak lemot soal sastra blom bisa menelaah puisi di atas. maafkan daku :)

Itik Bali mengatakan...

Judulnya kaya lagunya pas Band ya mas..
sahabat sejati penuh dengan kasih sayang murni
bukan kepalsuan yang diberikan
memang sulit, tapi bukan tidak mungkin ditemukan

ivan kavalera mengatakan...

Melengkapi sepi, kesepian kita

tapi tak lengkap jika aku tak sampai ke sini, kesepian kita.

eka wijayanti mengatakan...

Hmm, berat...

Ateh75 mengatakan...

Kesepian kita kesepian berdua kesepian yang saling tahu,raihlah rindu dan asa agar tak ada kesepian yang menyelimuti kembali.

TRIMATRA mengatakan...

semua ada himahnya ketika kita coba mengerti, coba mencari dan memahami.

Munir Ardi mengatakan...

Membaca dengan diiringi "hidup ini hanya tepian yang bermain di lautan, memaksa kita memendang kepedihan"
sahabat sejati siap berbagi bahagia dan duka

Sari mengatakan...

Palsu ato tidak, harus di selidiki dulu :P

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

mampir pagi diiringi semangat
yang tidak pernah menawarkan rasa terselimut kepalsuan

DESFIRAWITA mengatakan...

tiada yang palsu untuk mu kawan

Joddie mengatakan...

ah.. (speechless..)

Badruz mengatakan...

Bisa jadi dua lagu tuh puisinya. mantap.
semoga sukses di PPC

Irwan Bajang mengatakan...

selalu rindu dan senang baca tulisanmu bung

annie mengatakan...

kesepian kita untuk diam, biarlah palsu itu hilang bersama gaduh yang terjungkal usai mengeja kata.
diam kita adalah perang melawan kepalsuan
sebab tak layak kau diberi apapun yang serba palsu, kawan ...

annie mengatakan...

link-blog nya mas sudah saya pasang lho ...

-Gek- mengatakan...

Bersulang agar kesepian itu tidak meresap ke dalam kapiler pembuluh darahmu.
Biarkan cairan hangat ini sampai ke dalam hatimu dan menjadi selimutmu
tuk buktikan, semua ini tidak palsu.

Seiri Hanako mengatakan...

duuhhh
dalemm boo..

Munir Ardi mengatakan...

sahabat datang dengan tanpa pamrih

Ivan Kavalera mengatakan...

Oh ya, buat semuanya. Aku baru2 launching "kedai kopi". Mampir ya untuk ngopi dan ngobrol2. Alamatnya di sini:

http://penulisbiasa.blogspot.com/

Pit mengatakan...

Sahabat sekedarnya, ataukah sekedar sahabat?? atau mungkin sahabat yang paling setia itu hanyalah rasa percaya

Pit mengatakan...

ya, mungkin sahabat yang paling setia itu hanyalah rasa percaya

SOFIA mengatakan...

namanya sahabat ga boleh ada yang palsu duncc seharusnya :P

Leadership Developmant Training mengatakan...

kunjungan sob ..
mau bagi-bagi kalimat motivasi sob ..
"saya belajar menggunakan kata 'tidak mungkin' dengan sangat hati-hati."
kunjungan balik ya sob .. :)

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda