Jumat, 01 Januari 2010

Penghujung Waktu, Mengawali Hari Kembali

Kalau boleh menengok sedikit ke belakang, barangkali kita seperti dihadapkan pada sebuah cermin. Melihat ketelanjangan diri tentang apa yang sedang kita tatap. Berlawanan arah, menghadirkan apa yang tak nampak di hadapan kita. Menatap bayang tubuh kita hingga jauh ke belakang. Menyimpan banyak kisah, tentang rindu, pilu, cinta, benci atau sekedar celoteh keluh kita soal waktu, kemudian mengembalikannya.

Pada akhirnya, semua akan tiba di penghujung waktu. Tanpa sanggup kita mengusir, datang menjelang meski tanpa kita undang. Semua mengalir, mengantarkan kita pada harap yang tak pernah berakhir. Ada kesah di sana, di sela lemah kita, gagal meraih tiap keinginan. Ada bangga di sana, di tiap ujung jari yang menggenggam impian. Memeluk, tak merelakannya pergi.

Hening, kemudian kita tertawa melihat tangis kita di waktu yang silam. Mentertawakan ketidak berdayaan yang menyisakan sesal. Lalu kita merasa malu, pada tawa kita yang angkuh, menepuk dada dari tangan yang menggenggam secuil keberhasilan. Kita pun menunduk, kemudian menangis meratap merasa kehilangan apa yang kita cinta. Hening kembali menyapa.

Tawa dan tangis, haru dan biru, suka dan duka singgah memainkan kita berperan. Bermain lakon pada hitam dan putih hidup. Mereka pernah datang, silih berganti, acak dan tak berurutan, mentertawakan dan menangisi ketelanjangan, kegagahan, kepolosan dan keculunan kita. Menyimpan sesal dan bangga, selalu mengendap pada diri yang tak pernah merasa puas.

Langkah kita terhenti. Memberi ruang untuk jeda, menyusun kembali langkah sebelum benar-benar singgah di penghujung waktu. Meyakinkan diri, menuntaskan apa yang telah kita mulai. Menatap kembali ke depan, mengawali kembali hari yang baru. Sebab masih jauh sisa jalan yang musti kita tempuh, memilah arah yang mengantarkan pada tujuan akhir kita yang luas terhampar, tanpa pernah tahu apa gerangan yang kita jumpa, kemana?!

Kita berjalan mengikuti apa yang telah di tuliskan-Nya. Percayakan diri, bahwa esok pasti akan lebih baik.  Siapkan diri untuk meraih dan merengkuhnya. Ambil apa yang memang layak kita ambil. Raih apa yang seharusnya kita raih. Hingga kita merelakannya kembali. Keringat kita menunggu di penghujung waktu. Maka sunggingkan senyum dari bibir kita. Bukankah hidup ini memang indah?! Lalu kenapa tak tersenyum dan tertawa?!

Esok adalah hari ini. Selamat Tahun Baru 2010..............


6 Jejak Yang Tertinggal:

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

wuah, setuju banget kawan..
walo terkadang menyesakkan, hidup masih sangat pantas dikatakan indah..

Selamat Tahun Baru 2010, kawan..
di tempatku ada hadiah pergantian tahun buatmu.. mohon sekiranya sudi utk menerima..

I_Hate_Lolipop mengatakan...

life only pass us once, today's moment become tomorrow's memory. enjoy every moment, good or bad, cos the gift of life is life itself.

p/s: happy new year....

ateh75 mengatakan...

Dengan bismillah dan senyuman marilah kita sambut lembaran baru kertas kehidupan ini.

happy new year 2010.

yans'dalamjeda' mengatakan...

Semoga tahun yang akan kitra lewati, akan membawa kebaikan buat kita semua....
Selamat Tahun Baru 2010.

reni judhanto mengatakan...

Selamat Tahun Baru 2010... semoga semangat baru menjadikan segalanya akan jauh lebih mudah dan lebih indah. Amin.

Oya, aku bawakan "oleh-2" tahun baru di sini : http://another-reni.blogspot.com/2009/12/menjelang-tahun-baru.html

Diterima ya..? Thanks...

duniaira.blogspot mengatakan...

Selamat Tahun Baru....semoga tahun 2010 aku mendapat kabar undangan dari seorang kawan
*____* Peace!!!!

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda