Sabtu, 06 November 2010

Sebelum aku pulang

Dalam hati, selalu saja ada tanya. Apa kabar kau di sana?. Terus saja ada harap, semoga kau selalu baik-baik saja.
Tanya dan harap itu yang kemudian membawaku pulang kembali.

Sebelum aku pulang......
Pernah kubilang, sesekali lihatlah keluar dari balik jendela yang menutupi wajahmu.
Sebab aku rindu. Rindu pada bayang wajahmu. Pada senyum dan tawa ceriamu.
Dan ketika kau keluar, aku tak benar-benar bisa memandang senyummu. Sebab aku masih saja terlelap, memeluk mimpi-mimpiku yang semu.

Sebelum aku pulang......
Pernah pula kubilang, cobalah pandang rembulan, menyapa malam berhias bintang gemintang yang menggenapi keindahan yang dimiliki dunia.
Bulan yang sama, yang pernah mengantarkan senyummu padaku lewat sinar temaramnya.
Ketika bola matamu yang bening sebening purnama memandangnya, aku sedang asyik merangkul kembang tidur dan mendengkur.

Kala pagi menjelang, ketika tetes bening embun berayun di pucuk dedaunan. Aku mengendap-endap menyembunyikan langkah, sekedar ingin memandangmu meski sekejap. Ya, agar bisa kulihat senyum yang melengkapi sinar matamu yang teduh tanpa kau merasa terganggu.
Barangkali benar, langkah itu terasa semakin jauh tak terdengar lagi asa-asa yang dulu selalu menyediakan tempat untuk jeda sejenak.

Pernah aku meragu, jalan mana yang musti aku tempuh. Arah mana yang harus aku tuju. Lalu, kemana lagi sekarang?
Maka kuputuskan untuk ku kembali pulang. Kutemukan kau tak lagi peduli dengan sedih, dan kau telah melupakannya.

Kusesapi saja kopi hangat ini sembari duduk manis menatap ke luar dari balik jendela, menatap nyata.
Sebelum waktu benar-benar pergi meninggalkanku. Sebelum kedua kakiku terasa ngilu sekedar untuk berdiri. Sebelum kau terbangun dan memulai harimu kembali, aku akan pergi lagi mengejar matahari. Tunggu aku pulang kembali...................
Dan kisah ini akan kumulai dari sini.

12 Jejak Yang Tertinggal:

Isti mengatakan...

Dan cerita indah itupun akan kunanti, sebelum matahari terbenam

inge / cyber dreamer mengatakan...

jadi inget lagunya Pasto - Aku pasti kembali >.<

TRIMATRA mengatakan...

jalan-jalan dari lereng merapi..., mencari kisah-kisah penyejuk hati :D

Seiri Hanako mengatakan...

wow...
gile romantis banget
juga dalam banget...

annie mengatakan...

sebuah nyanyian rindu ...
hmmh, diantara kopi dan aroma pagi
selamat sore, Mas

NDA mengatakan...

saya baik-baik saja koook hehe :P

yansDalamJeda mengatakan...

>>all: terimakasih untuk semua yang telah singgah di sini. Semoga kebaikan selalu terlimpah untuk kita semua.
Salam.

dian cah cengo mengatakan...

bagus tulisannya..
saya suka

The Gombal's mengatakan...

g bs berkata2, nelen ludah. tulisanmu apik, mas/mbak. salam kenal. g bs nulis prosa kayak ginian. kursus dulu ahhh

Irwan Bajang mengatakan...

cerita tentang kepulangan yang sungguh manis, bung yans,,, sama2 menylis tentang kepergian dan kepulangan rupanya..hehehehe
tulisannya manis sekali, makasih juga kunjungannya, kawan. salam selalu.

ajudan high mengatakan...

namun, sebelum kau rindu, aku telah pulang...

Julliet Ta mengatakan...

Artikelnya bagus, thanks for sharing. Makasih yah sudah membagi artikel ini

ROMEOPOKER.COM | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

CARA MENDAPAT KOMISI REFERAL 20% ROMEOPOKER

PANDUAN CARA BERMAIN POKER ONLINE

ARTIKEL BERITA INDONESIA

CERITA CINTA

Website Kami : Romeopoker.com
Daftar Disini : DAFTAR
BBM : D1BC1787
LINE : 188ROMEOPOKER
YM : CSROMEOPOKER@YAHOO.COM

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda