Kamis, 27 Mei 2010

Ruang Jeda, Gelasku Yang Kosong






















Bolehlah kau bilang hidup itu perjalanan yang singkat. Bahkan teramat singkat untuk hanya sekedar singgah. Ibarat mampir ngombe -mampir minum dalam istilah jawa- sebelum melanjutkan ke perjalanan yang lain.

Barangkali kita tak pernah tahu sampai di mana kita menyusuri bilangan waktu. Entah seper empat, setengah, atau justru kita sedang berada di penghujung waktu dalam menapaki perjalanan kita. Begitupun aku, tak pernah tahu, pun tak tahu berapa waktu yang masih tersisa, dan seberapa banyak bekal yang kita butuhkan.

Kita hanya mampir minum di sini. Dan orang bijak pernah berpetuah agar kita tak mabok dan terlena. Sebab kita hanya mampir munum, singgah sejenak, membasahi kerongkongan kita di kala dahaga, mereguk sedikit kesejukan yang menetes dari embun kehidupan sebagai bekal mengiringi perjalanan. Di sana ada gelas kosongku, yang mencoba mengais kesejukan yang masih tersisa di pucuk dedauanan sebelum menguap terserap terik matahari dan terinjak ujung sepatuku sendiri.

Lihatlah ia, gelasku yang kosong. Boleh kau bilang, gelas kosongku tidaklah begitu penting, hanya lahir dari ke-aku-an saja. Ia, gelas kosongku itu, pernah merasa penuh, merasa paling berisi, banjir dan ingin meluap. Pernah pula ia kututup rapat, hingga tak pernah tertuang oleh apapun ke dalamnya. Tapi lihatlah, ia gelas kosongku, hanya berdiri tegak dalam kekosongan yang sebenarnya.

Gelasku yang kosong, seakan tertuang air yang dingin dari kebekuan yang tercipta lewat diam kita. Gelas itu akan berembun dan membasahi kacanya. Sepotong jeruk lemon akan kutambahkan ke dalamnya. Boleh pula kau campurkan dengan sedikit sirup atau gula. Perlahan akan kita teguk rasa manis dan asamnya, hingga seketika kita akan bisa kembali tertawa. Dan lewat kehangatan perdebatan kita, gelas kosongku pun seakan pula terisi air yang hangat. Sedikit bubuk kopi akan kutambahkan ke dalamnya, sehingga ada rasa pahit yang bisa dirasakan darinya. Bila rasa itu terlalu pahit, bolehlah kau tambahkan beberapa sendok gula, dan satu sendok susu bila perlu, agar ada rasa manis yang berbaur. Kita akan meminumnya dengan perlahan, hingga seketika kita bisa kembali tersenyum.

Gelas kosongku akan mengajarkanku untuk selalu merasa dahaga, belajar dan mencari bekal. Tanpa pernah merasa penuh, dan selalu berharap terisi kembali. Ketika kesejukan dan kehangatan itu hadir, biarkan ia mengalir, mengisi gelas kosongku sedikit demi sedikit, tetes demi tetes sebelum gelasku yang kosong benar-benar kering dan retak. Ia, gelas kosongku, akan membawaku untuk bercerita, dan berbagi. Suatu waktu, ia akan mengantarku menuju pancuran kesejukanmu, sembari menyesapi bulir-bulir rasa yang tertuang darinya. Kemudian membasahi kerongkongan kita yang dahaga, saat langkah kita mengayun melanjutkan perjalanan............



10 Jejak Yang Tertinggal:

Ivan Kavalera mengatakan...

Tapi,...asyik juga kalau diisi kopi susu pagi-pagi, mas hehehehehe...maaf baru berkunjung. Sehat-sehat sajakah dirimu, sobat?

inge / cyber dreamer mengatakan...

Kosong belum tentu tak ada isi ^^
have a nice day ^^

Newsoul mengatakan...

Nice post Yans. Yah...kita hanya mampir di sebuah kampung kecil bernama "Dunia".

digital nikon camera mengatakan...

cuma ada satu kata...
keren....
hehehe...
salam kenal ya....

Rumus Cepat Matematika mengatakan...

bagus banget mas tulisannya...
sukses ya ....
salam kenal...

Naila mengatakan...

semangad siang...

gelas kosong, unik pilihan katanya,
mungkin aku juga harus sejenak mengosongkan pikiranku, menelaah lebih jauh tentang makna kita ketika singgah di dunia,*mampir ngombe*

Winny Widyawati mengatakan...

Gelas kosong yang berarti harapan...

yansDalamJeda mengatakan...

Suatu waktu, ia, gelas kosongku, akan membawaku menuju pancuran kesejukanmu, sembari menyesapi bulir-bulir rasa yang tertuang darinya.
Ketika kesejukan dan kehangatan itu hadir, biarkan ia mengalir, mengisi gelas kosongku sedikit demi sedikit, tetes demi tetes sebelum gelasku yang kosong benar-benar kering dan retak.

tks untuk semua yang telah singgah di sini.

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

setuju nih dengan prinsip gelas kosongnya...!

catatan kecilku mengatakan...

Aku juga punya gelas kosong sendiri yg hendak kuisi disini.. :D

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda