Selasa, 29 Desember 2009

Pulang








Jalan, panjang dan berliku sesekali pernah tertempuh
membawa langkah, sunyi dalam persimpangan
Ada mimpi di sana, yang melirik dari tiap tikungan yang mulai kusam
riuh dan terkadang berdebu
Peluh pun menetes, memacu candu pada angan
di tiap sisi jalanan

Telah jauh jalan tertempuh
mengantar jejakku pada laut
Ada keluh di sana, yang menyembunyikan asa di antara lorong suram
dalam, di sela karang yang belum terjamah
samar cahaya, dari balik menara mecusuar tempatku lelah dan terhenti
Aku lupa, kau telah menunggu lama

Perlahan kutengok waktu, melongok arah
meraba mimpi dari tikungan, tiap sisi jalan yang kusam
menggenggam asa yang kutitipkan di tiap debur ombak
Berulangkali aku lupa tentangmu.....
melupakan jalan untuk ku pulang dan kembali

Ya, ingin ku pulang dan berlabuh
sekedar melihat senyum yang tergurat di sela kerut wajahmu
Mencium punggung tanganmu, sekedar mengobati kerinduanku kepadamu
merasakan tiap belaian tanganmu pada rambutku
menikmati keheningan nafasmu yang berdo'a
sampai aku terlelap tidur di pangkuanmu sembari mendengarkan cerita tentang kenakalan masa kecilku

Ingin ku pulang, dan berlabuh
bersemayam dalam do'amu 
tersenyumlah..............

9 Jejak Yang Tertinggal:

Munir ardi mengatakan...

Alangkah senangnya jika masih ada tempat berkelu kesah, beban terasa berkurang

sibaho way mengatakan...

dulu sebelum menikah, kalo pulang ke rumah masih suka minta dimandikan sama emak, merasakan kasih sayangnya lewat usapan tangannya saat memberishkan punggungku. duh...

Zahra Lathifa mengatakan...

pulanglah...aku menunggumu nak..:D
jadi inget lagu back home :)

DESFIRAWITA mengatakan...

sejauh apapun kau melangkah,
tempat ku tetaplah tempat kau kembali pulang
maka dari itu pulang lah, aku merindukan mu
:D

Yunna mengatakan...

selama kau pulang dengan senyuman,
aku akan selalu menanti dengan harapan...

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Akhirnya kamu pulang sobat...
Merapat dengan perahu semangat
Di dermaga do'a yang senantiasa menjanjikan keteduhan hati.

Ivan Kavalera mengatakan...

rumah kita, ruang jeda itu. di sana juga tempat pulang, kawan.

duniaira.blogspot mengatakan...

berbahagialah engkau yang masih punya Ibu....Pulanglah selama masih bisa menjabat tangannya dan mencium kedua pipinya sebelum semuanya terlambat.....
karena aku telah mengalaminya.....tak pernah pulang! dan saat pulang aku tak lagi menemui ibuku

ulukputra mengatakan...

Ruang Jeda... tempat untuk berhenti sejenak, mengingat kembali yang pernah terlupa. Berjalan terasa akan lebih mudah setelahnya. Inspirasi, dan harapan yang banyak terlihat di sini. Terima kasih pada jeda... :)

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda