Senin, 16 November 2009

Biarkan Malam Terus Berjalan

Kusampaikan pesan pada angin yang sempat melintas di sore senja
untuk segera mendatangkan malam
dengan atau tanpa rembulan dan bintang gemintang
biarkan saja gerimis hujan yang datang
memalingkan gemuruh yang datang seperti debur ombak di lautan

Aku merayu malam untuk dapat menghadirkan sunyi dan sepi
menghindari kecamuk yang menusuk ruang dadaku
memutus percikan listrik di kepalaku
biar dapat kumerebah tubuh
melenyapkan bayang-bayang kepergian
mengadu luka pada pemilik alam

Malam datang menghadirkan kabut gelap
memaksa ragaku terus terjaga
tak mampu kucuri makna kisah kepergianmu
sementara malam terkikis hampir habis
biarkan sisa malam terus berjalan
menemukanku mencoba meraba sepi dan sunyi yang kupinta
dan menyemai tiap butir kenanganmu

14 Jejak Yang Tertinggal:

Cinta Hakiki mengatakan...

Sisa malam jangan kau tangisi atas kepergiannya,iringi lah dengan senyuman ,simpan dalam diarymu tuk kau jadikan kenangan terindah...(kok jadi ikut2tan puisi ya)

eka wijayanti mengatakan...

Berjalan jangan jauh-jauh, malam. Kalau kamu tersasar, dunia akan selamanya siang.

Clara mengatakan...

mungkin di malam berikutnya makna kepergian itu bisa ketemu Xp

Rihar Diana(dhana) mengatakan...

salam sahabat
sungguh sangat menyentuh hatiku sahabat...thnxs n good luck

setiakasih mengatakan...

kenapa meminta hadirnya sepi..? :)

namun bener, sob,
sepi itu teman akrab kita kala kerinduan menggilai jiwa.

ratna wulandari mengatakan...

btw,,,cara merayu malam gimana tuh??

bboleh dun aku diajarin, hehe

annie mengatakan...

tanpa diminta malam selalu hadirkan sunyi dan rangkaian kata-kata bisu, yang akan mengantarkan pada kearifan baru, bila kita menghendakinya.

Newsoul mengatakan...

Puisi indah sobat, seperti biasa. Mantapzzz.....

Esdoubleu mengatakan...

bintang-bintang rungau.
barangkali ia lupa menyalakan lampu,
atau generator di belakang rumah tak lagi mampu berlari..

bintang-bintang rungau.
dirimu terasa jauh, dan ketika kugenggam dengan telapakku,
aku merasa mataku tengah menipu dengan ilusi optik. Karena aku tak jua bisa memiliki....

lina mengatakan...

bagussssss

sibaho way mengatakan...

ampuuuuunnnnn... bahasa para pujangga :((

Munir Ardi mengatakan...

malam gelap waktu untuk mebaringkan diri melarikan pikiran dari segala kepenatan dunia marilah beristirahat diruang jeda (aduh kagak nyambung deh)

irmasenja mengatakan...

puisi indah,...

biarkan malam terus berjalan,
toh pekatnya malam akan membuat kita lebih terlelap.... hehe..gak nyambung ya ??

Tisti Rabbani mengatakan...

ah...
aku tak perlu merayu pada malam..
sebab, hening selalu setia menyapa
saat malam luruh diam2...

*kata2nya bagus, spt biasa..
hey, pa kabar Jeda...lama tak mengunjungimu...

Poskan Komentar

Akhirnya tiba di Ruang Rehat
Ruang bersama untuk saling memberi nafas, dan setiap kata adalah nafas Ruang Jeda